Mahasiswa Pendidikan Fisika UNESA Hadirkan Smart Energy City (SECi), Inovasi Media Pembelajaran Energi Alternatif di SMA Negeri 4 Sidoarjo
Sidoarjo – Transformasi pendidikan tidak hanya dilakukan melalui metode pembelajaran, akan tetapi juga melalui inovasi media yang mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran nyata bagi peserta didik. Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan Smart Energy City (SECi), sebuah maket kota pintar yang dirancang sebagai media pembelajaran interaktif tentang perubahan energi di SMA Negeri 4 Sidoarjo. Inovasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Pendidikan Fisika UNESA yang terdiri atas Joenathan Eka Prasetya, Agatha Ersalina Puteri, Dini Luki Mulya Safitri, dan Andiny Tri Febianti. Melalui Smart Energy City (SECi), konsep-konsep fisika yang selama ini cenderung abstrak diubah menjadi pengalaman belajar yang dapat diamati dan dipraktikkan secara langsung oleh peserta didik. Smart Energy City (SECi) merepresentasikan sebuah kota masa depan yang memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan secara terintegrasi. Dalam satu projek, peserta didik dapat melihat bagaimana energi surya, energi angin (bayu), energi air, dan energi getaran dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang digunakan untuk menunjang aktivitas di miniature perkotaan. Setiap komponen dirancang untuk menunjukkan proses perubahan energi secara nyata sehingga peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Smart Energi City (SECi) memperlihatkan bagaimana panel surya
yang memanfaatkan cahaya matahari diubah menjadi energi Listrik, turbin angin
menunjukkan proses konversi energi gerak angin menjadi energi listrik,
sedangkan turbin air memperagakan pemanfaatan energi aliran air sebagai sumber
pembangkit listrik. Tidak hanya itu, Smart Energy City (SECi) juga dilengkapi
teknologi pemanen energi getaran yang menunjukkan bahwa energi mekanik dari
aktivitas manusia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang
berkelanjutan. Kehadiran Smart Energy City (SECi)
mendapat respon positif dari peserta didik SMA Negeri 4 Sidoarjo khususnya
Kelas X. Melalui demonstrasi dan kegiatan pembelajaran berbasis proyek, peserta
didik terlihat lebih antusias dalam mempelajari materi energi alternatif karena
dapat mengamati secara langsung prinsip kerja berbagai teknologi energi
terbarukan yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran. Selain
menjadi media pembelajaran, Smart Energy City (SECi) juga menjadi sarana untuk
menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya transisi energi bersih
dan pembangunan berkelanjutan. Hadirnya respon timbal balik antara
proyek dan respon peserta didik menunjukkan bahwa proyek dan aktivitas selaras
dengan tujuan kurikulum nasional yang tertuang dalam Permendikdasmen No. 13
Tahun 2025 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Tak hanya itu, aktivitas dengan
menggunakan teknologi praktis dan tepat guna memiliki keselarasan dengan misi
global dalam SDG 4 untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas yang dikutip
pada laman globalgoals.org. Terlebih lagi, pada penelitian yang dilakukan oleh
Rizki & Suprapto (2024) proyek semacam ini memberikan pelatihan pada
kemampuan berpikir kritis peserta didik, terutama dalam konteks energi
alternatif dan perubahannya.
Inovasi ini diharapkan mampu
menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu energi dan
lingkungan serta mendorong lahirnya ide-ide kreatif dalam pemanfaatan energi
terbarukan di masa depan. Melalui pengembangan Smart Energy City (SECi), mahasiswa
Pendidikan Fisika UNESA membuktikan bahwa pembelajaran fisika dapat lebih dikemas
secara menarik, aplikatif, serta relevan dengan tantangan zaman sehingga
menjadi langkah nyata dalam mendukung pendidikan yang berorientasi pada
teknologi, kebrlanjutan, dan penguatan literasi energi bagi generasi muda
Indonesia.
Referensi:
Quality Education. Diakses pada tanggal 2
Juni 2026 dari https://globalgoals.org/goals/4-quality-education/
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar
dan Menengah No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Diakses pada tanggal 2
Juni 2026 dari https://peraturan.bpk.go.id
Rizki, I. A., & Suprapto, N.
(2024). Project-oriented problem-based learning through SR-STEM to foster
students’ critical thinking skills in renewable energy material. Journal
of Science Education and Technology, 33(4), 526-541. https://doi.org/10.1007/s10956-024-10102-2


Kontributor: Dhiva Nahdiya Susanto Putri





