Implementasi Pembelajaran Dinamika Rotasi Berbantuan Prototipe Inertia Race Track untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fisika Berbasis Eksperimen di Sekolah Berbasis Pesantren dalam Mendukung SDG 4
Isybi Imadillah Al Siddiqiy, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika angkatan 2023 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan implementasi pembelajaran Dinamika Rotasi berbantuan prototipe Inertia Race Track melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMAS Nazhatut Thullab Sampang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran fisika berbasis eksperimen yang lebih aktif dan bermakna bagi peserta didik kelas XI. Melalui kolaborasi dengan guru fisika dan pihak sekolah, pembelajaran dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep Dinamika Rotasi melalui pengalaman belajar secara langsung. Sebagai sekolah yang berada di lingkungan pesantren, SMAS Nazhatut Thullab memiliki karakteristik pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Dalam pelaksanaannya, prototipe Inertia Race Track digunakan untuk membantu peserta didik memahami konsep Dinamika Rotasi yang sering kali dianggap sulit karena melibatkan banyak konsep abstrak. Melalui kegiatan eksperimen, peserta didik dapat mengamati secara langsung bagaimana momen inersia memengaruhi gerak benda berotasi, kemudian mencatat hasil pengamatan dan mendiskusikannya bersama kelompok. Proses tersebut membuat pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman rumus, tetapi juga mendorong peserta didik untuk melihat hubungan antara konsep fisika dengan fenomena yang terjadi di sekitar mereka. Kehadiran media pembelajaran ini memberikan variasi dalam proses belajar mengajar sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dapat dikemas secara lebih menarik tanpa mengurangi kedalaman materi yang dipelajari.

Pembelajaran dilaksanakan dengan memberi ruang yang lebih besar kepada peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan materi, tetapi juga melakukan pengamatan, pengukuran, pengolahan data, dan menyusun kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen yang mereka lakukan. Melalui proses tersebut, peserta didik belajar menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis saat menganalisis hasil percobaan. Interaksi yang terbangun selama pembelajaran menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami konsep-konsep fisika. Dari sisi pendidikan, kegiatan ini menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran berbasis eksperimen yang dapat dilaksanakan di sekolah berbasis pesantren dengan memanfaatkan media sederhana namun tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan yang mampu mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan potensi peserta didik secara optimal. Melalui pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sains sekaligus membangun cara berpikir yang lebih sistematis dalam memecahkan masalah. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran fisika di sekolah serta memperkuat kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Fisika UNESA dan sekolah mitra dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.




