Alumni S1 Pendidikan Fisika UNESA Mengajar di Sekolah Internasional Thailand
Bangkok–Surabaya. Kabar membanggakan kembali datang dari alumni Program Studi S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Alifia Ilwi, alumni angkatan 2017, kini resmi mengajar sebagai Science Teacher di Saint Gabriel’s College Bangkok, salah satu sekolah bergengsi di Thailand yang memiliki program internasional. Alifia berbagi cerita mengenai awal perjalanannya hingga dapat bergabung sebagai tenaga pendidik di luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan tersebut berawal dari rekomendasi seorang teman yang pernah belajar bersama di Taiwan dan sebelumnya juga mengajar di sekolah yang sama. “Awalnya dapat rekomendasi dari teman yang dulu kuliah bareng di Taiwan. Kebetulan bulan April kemarin ada lowongan, karena di Thailand awal semester dimulai bulan Mei,” jelasnya. Proses rekrutmen yang ia jalani tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Alifia mengirimkan CV, kemudian mengikuti sesi microteaching dan wawancara. Namun tantangan muncul ketika ia dinyatakan diterima dengan waktu persiapan yang sangat singkat. “Jarak dari pengumuman ke hari pertama masuk kerja itu mepet banget, cuma satu minggu saja,” tambahnya. Di Saint Gabriel’s College, Alifia mengajar mata pelajaran Science untuk tingkat primary dalam program IEP (Intensive English Program). Dalam kegiatan belajar mengajar, ia didampingi oleh seorang guru Thailand yang juga mengajar materi serupa dengan penggunaan bahasa Thailand sekitar 70%. Tantangan terbesar yang ia rasakan selama tiga bulan pertama adalah classroom management, mengingat satu kelas berisi sekitar 50 siswa. Pengalaman mengajarnya yang baru satu tahun membuatnya harus beradaptasi cepat dengan kondisi kelas internasional. “Yang paling susah di bagian classroom management-nya, apalagi saya cuma punya pengalaman ngajar satu tahun saja,” ungkapnya. Selain itu, ia juga harus kembali memperdalam materi sains dan membiasakan diri dengan pelafalan istilah–istilah dalam bahasa Inggris. Meski penuh tantangan, Alifia mengaku banyak belajar dari pengalaman ini, mulai dari pengajaran berbasis bahasa Inggris, pengelolaan kelas besar, hingga kolaborasi dengan guru lokal. Universitas Negeri Surabaya mengapresiasi capaian ini sebagai salah satu bukti bahwa lulusan Pendidikan Fisika UNESA mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia pendidikan internasional. Semoga pengalaman Alifia menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lain untuk terus mengembangkan diri dan meraih peluang mengajar di kancah global.





